Analisa diri sebelum pindah kuadran (2).

August 17th, 2008

Pokok bahasan “penilaian diri” selanjutnya adalah :

3. Kepribadian.
Pilih dan tandai 10 ciri kepribadian anda yang paling kuat di antara kepribadian-kepribadian berikut :

Berpikiran luas, Bijaksana, Penuh perhatian, Mudah bergaul, Tegas, Disiplin, Berani, Sensitif, Tenang dan kalem, Tekun, Optimis, Obyektif, Efisien, Efektif, Percaya diri, Hati-hati, Fleksibel, Kaku, Sabar, Sistematis, Cermat dan teliti, Dapat dipercaya, Rapi, Bersaing, Praktis, Sopan, Produktif, dll..

4. Prestasi.
Dibuat daftar prestasi yang sudah dicapai dan dikategorikan sebagai berikut :

a. Tidak berkaitan dengan pekerjaan sebagai karyawan
b. Berkaitan dengan pekerjaan sebagai karyawan
Dari daftar prestasi tersebut dibuat profil keahlian anda.

Read the rest of this entry »

Analisa diri sebelum pindah kuadran (1).

August 14th, 2008

Sebelum memulai suatu bisnis, perlu membuat suatu penilaian menyeluruh dan jujur tentang diri sendiri berikut kepribadian yang melekat, keluarga dan kebutuhannya, serta tujuan mendirikan suatu bisnis.

Apabila penilaian diri ini tidak dilakukan, maka potensi untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis akan menjadi terbatas.

Ringkasan penilaian diri yang perlu diperhatikan mencakup hal-hal sebagai berikut :

1. Daftar riwayat hidup (Otobiografi), yakni ringkasan perjalanan hidup anda dalam hal :

Read the rest of this entry »

Rambu-rambu pindah kuadran.

August 13th, 2008

Ketika akan menentukan suatu bisnis sebagai kendaraan untuk pindah kuadran, tidak ada salahnya mencermati sharing dari sedulur saya, mas Harmanto, yang disampaikan dalam salah satu acara sarasehan yang membahas tentang fenomena dunia wirausaha.

Berikut ringkasan dan intisari sarasehan tersebut :

Trend yang terjadi disetiap negara atau etnis selalu berubah, tentunya trend yang diambil sebagai acuan juga trend yang berlaku setempat.

Saat ini kalau kita amati dikota kecil Jawa, tampak trend yang menarik, etnis China terkenal dengan jiwa dagangnya, tetapi generasi berikutnya mulai meninggalkan dunia dagang tersebut dan masuk ke “dunia kerja” (karyawan, red) di kota besar.

Read the rest of this entry »